Daftar Tulisan Menuliskan jejak kata

Itu Mimpi-An

Punya mimpi besar ? pasti, siapa didunia ini yang tak punya mimpi. mimpi seperti apa itu? apa mimpi ketika kita tidur? atau mimpi ketika melihat orang lain bermain dengan kenyataan indah yang begitu tampak seperti mimpi. tak penting dengan pertanyaan itu, baiknya kita temukan jawaban nya.

Dahulu saya pernah di tantang mewujudkan mimpi dalam tenggang waktu tertentu, saya gagal, sudah pasti lah, toh semua hanya mimpi, bagaimana saya mewujudkan nya. tetapi seiiring berjalan nya waktu, mengapa saya merasa seperti berada di mimpi yang dahulu di tantangkan kepada saya. mimpi yang semula saya yakini tidak akan menjadi kenyataan, menjadi bagian dari kehidupan saya, kenapa, kenapa, dan kenapa??

Saya lupa, ternyata itu bukan mimpi, melainkan itu adalah impian. bagaimana bisa impian dan mimpi itu berbeda? buka nya mereka sama-sama abstrak, tidak nyata, dan hanya ada di dunia idea setiap manusia?

Mereka memang berbeda, meraka juga serupa, mereka serupa tapi tak sama. mari kita pahami Mimpi adalah bunga tidur, dan impian adalah pengalaman orang lain yang kita lihat dan ternyata juga kita inginkan hadir dalam hidup kita.

Tumbuhi harapan akan Impian, redamkan pemikiran bahwasanya itu mimpi, jika orang berani mengawali hidup dengan mimpi, mengapa kita takut mengawli langkah dengan impian.

Banyak impian yang tidak terwujud? itu bukan tidak, tapi belum, impian kita terwujud disaat kita berani untuk bangun. banyak mimpi yang tidak terwujud, benar, mimpi hilang saat kita terbangun.

Miliki Tujuan dan Target

Setiap masalah selalu mempunya Solusi, setiap Solusi memerlukan perjuangan untuk menemukan nya, bisa saja solusi itu berada di titik terendah, bisa juga di tempat yang paling tinggi. Kadang kala begitu dekat dengan kita, namun karena ketidak mampuan dalam memahami bahwasanya, setiap masalah itu mempunyai solusi dalam mengatasinya, membuat kita beranggapan Dunia ini se akan berakhir. 

Saya kembali teringat, ketika dulu teman saya bercerita, tentang; Permasalahan nya dengan bangun  di awal pagi hari. Bagi sebagian orang, mungkin saja memang bukan suatu masalah, tetapi bagaimana dengan orang-orang yang mempunyai tantangan besar di setiap harinya, baik yang ia sadari maupun yang tidak ia sadari, permasalahan ini menjadi patut untuk di perhitungkan.

Ia bercerita kepada saya, bagaimana setiap hari nya, ketika ia telat bangun di awal pagi, masalah selalu saja datang dengan bertubi-tubi kepada nya, mulai dari telat kuliah, makan pagi tidak sempat, dll. Namun ketika ia bangun di awal pagi, dan menyelesaikan segala seuatu yang menjadi kewajiban nya, semua menjadi mudah di hari tersebut, dan masalah cukup bisa di minimalisirkan.

Mendengar cerita teman, otak saya mulai berputar hebat, mencerna setiap yang ia katakan. Saya mulai berpikir,  setiap masalah punya SEBAB, sebab itu sendiri ada, karena ketidakmampuan kita dalam meminimalisirkan SEBAB itu semenjak awal. Sehingga menuntut setiap pribadi yang dirundung masalah, untuk menemukan solusi nya. jika sudah begitu, setiap pribadi harus bekerja ekstra dalam menemukan solusi.

Memiliki TUJUAN adalah cara untuk meminilisirkan Sebab yang dimaksudkan itu, bayangkan saja, Saat sebelum tidur, ia mempunyai tujuan yang kuat untuk bangun di awal pagi hari, bisa jadi ia tidak akan bangun kesiangan.

Target dan Tujuan menjadi indikator penting untuk kehidupan yang lebih baik, dengan nya juga tantangan saat kita menyambut hari menjadi terasa mudah. Sering sekali setiap pribadi melupakan hal sederhana seperti ini, sehingga masalah sering kali hadir tanpa permisi.

Senja di Kaki Langit

Gerimis hadir pada awalnya, dan itu awal sekali, perlahan gerimis bermetamorfosis menjadi besar, nama nya pun berubah, orang-orang banyak menyebut nya Hujan. aku, dia, dan mereka, juga menyebut demikian.

Hujan menghilang, namun prosesnya tak seperti awal kehadiran nya, tak ada gerimis di penghujung, ia lenyap dalam sekejap mata. Menyisakan aroma basah di segala tempat, de-daunan kian tampak segar dengan percikan hujan, rerumputan tampak mulai berdiri kembali, setelah guyuran hujan menyapa nya.


Ya, kala itu senja, senja yang tampak berbeda dari biasa nya. Senja dengan aroma basah yang membuat sejuk hati yang panas, membuat nyaman hati yang sejuk, menenangkan pikiran setiap isan yang bergelut dengan yang nama nya masalah.

Gerimis dan hujan seperti nya sudah lelah, mereka pergi mencari tempat peraduan baru untuk berbagi cerita.

Senja kian terlihat layaknya senja. Kaki langit tampak sangat cerah. Pepohonan yang tadinya mendapat sapaan dari hujan, kini kembali di sapa oleh senja, kali ini ia tak basah, warna dedaunan-nya tampak begitu kontras dengan kekuningan sang senja. Rumput begitu semangat menyambut senja, karena bayangan nya menjadi begitu besar kala senja. Setidaknya memberi suatu pengharapan, bahwa mereka bisa tampak luar biasa, walau itu di kala senja.

Senja di kaki langit, aku tepat berada di kakian langit senja, berada di hadapan pantulan senja di atas air, namun diriku tak segan berbagi cerita bersama rumput dan pepohonan, tentang Senja di Kaki Langit.

Itukah Kamu?

Sajak-sajak tercipta begitu saja, alunan pujian mengalir bagai air dalam penjara pemikiran, yang sepatah kata pun tak dapat terumbar dalam bentuk simponi kata. perlahan namun penuh kepastian, tiap inci dari jalur yang telah terlalui, tak di pungkiri lagi, sosok itu semakin ku kagumi inci demi inci.

Siapa dia? mengapa muncul disaat panas matahari menyengat, dan disaat matahari kembali ke peraduan, ia ikut hanyut ke dalam gelapnya malam yang di terangi oleh percikan cahaya kecil ciptaan manusia.

Tak ada yang spesial saat itu, tak juga membosankan, namun perlahan tapi pasti duri-duri nya telah menusuk tepat di relung yang masih menga-nga. duri itu serupa bayang, bayang yang terus mengikuti kala cahaya menyinari tubuh ini.


Perlahan bayang itu mulai sangat jelas terlihar di ke-samar-samaran-nya, munculkan seribu tanda tanya, yang perlahan mengerucut menjadi satu, seiring larutnya malam, dan tusukan dingin yang mencekam.

ITUKAH KAMU? Oasis di padang pasir, atau jangan-jangan hanya Pengendara yang Numpang 'Lewat'?

'Mengunjungi' Sang Pahlawan Nasional

Cuaca yang cukup terik hari itu membuat kulit ini serasa terbakar, berada di kota yang letak geografis nya berada di pesisir pantai, sudah sangat wajar jika panas terik matahari tidak bisa di hindari. Meulaboh, sebuah kota yang menjadi Ibukota Provinsi Aceh barat, salah satu kabupaten di Provinsi Aceh. Kota ini terletak sekitar 250 km tenggara Kota Banda Aceh, yang merupakan Ibukota dari Provinsi Aceh.

Sosok yang sangat identik dengan Kota Meulaboh, adalah seorang pahlawan Nasional yang turut berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Negeri  ini dalam melawan Penjajahan yang dilakukan oleh Belanda selama kurang lebih 350 tahun. Ia adalah Teuku Oemar Djohan Pahlawan (Teuku Umar Johan Pahlawan). Teuku Umar yang dilahirkan di Meulaboh Aceh Barat pada tahun 1854, adalah anak seorang Uleebalang (Pemimpin) bernama Teuku Achmad Mahmud dari perkawinan dengan adik perempuan Raja Meulaboh.

Teuku Umar dikenal sebagai seorang sangat cerdik. bagaimana tidak, strategi perang gerilya yang digunakan bersama pasukannya dulu terbukti ampuh membuat Belanda kualahan dalam memerangi rakyat Aceh.  Teuku Umar juga pernah menggunakan taktik Penyerahan diri, ia berpura-pura menjadi antek Belanda. Belanda berdamai dengan pasukan Teuku Umar pada tahun 1883. Gubernur Van Teijn pada saat itu juga bermaksud memanfaatkan Teuku Umar sebagai cara untuk merebut hati rakyat Aceh. Teuku Umar kemudian masuk dinas militer. 

Ketika bergabung dengan Belanda, Teuku Umar menundukkan pos-pos pertahanan Aceh, hal tersebut dilakukan Teuku Umar secara pura-pura untuk mengelabuhi Belanda agar Teuku Umar diberi peran yang lebih besar. Taktik tersebut berhasil, sebagai kompensasi atas keberhasilannya itu, pemintaan Teuku Umar untuk menambah 17 orang panglima dan 120 orang prajurit, termasuk seorang Pang Laot (panglima Laut]) sebagai tangan kanannya, dikabulkan. 

Teuku umar wafat pada Februari 1899, Jenderal Van Heutsz mendapat laporan dari mata-matanya mengenai kedatangan Teuku Umar di Meulaboh, dan segera menempatkan sejumlah pasukan yang cukup kuat diperbatasan Meulaboh. Malam menjelang 11 Februari 1899 Teuku Umar bersama pasukannya tiba di pinggiran kota Meulaboh yang sekarang disebut Ujung Kalak. Pasukan Aceh terkejut ketika pasukan Van Heutsz mencegat. Posisi pasukan Teuku Umar tidak menguntungkan dan tidak mungkin mundur. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan pasukannya adalah bertempur. Dalam pertempuran itu Teuku Umar gugur terkena peluru musuh yang menembus dadanya. (Sumber: Wikipedia)
Mengunjungi makam Beliau yang berada di Desa Mugoe yang berjarak lebih kurang 36 km dari kota Meulaboh, memberikan kebanggaan tersendiri. Seorang Pahlawan Nasional yang hanya kita kenal di bangku SD, dan sekarang kita sangat dekat hanya sekedar pusara nya.  Melewati sedikit bebukitan yang disuguhin oleh keindahan lebat nya Hutan Mugoe, jalan yang dialalui juga cukup menantang, cukup kecil, yang hanya bisa dilalui oleh satu Mobil.
Ketika telah sampai pada sebuah bukit yang menjadi tempat peristirahatan Sang Pahalawan Nasional, suasana bagaikan Hutan belantara begitu terasa, yang tedengar hanyalah suara binatang-binatang kecil, sesekali kicauan burung menemani langkah dalam menaiki satu persatu anak-anak tangga yang deselimuti oleh lumut-lumut menuju ke Pusara sang Pahlawan.

Profil

Label

Entri Populer

 
| |
© 2014. Petualanganku - All Rights Reserved